Grup Riset Aktif Maliki Smart Sensor & IoT : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
Riset & Inovasi

E-Nose Gen-8, Inovasi Mahasiswa UIN Malang untuk Identifikasi Varietas Kopi Nusantara

T
Tim Redaksi Maliki Sensor
25 September 2026, 12:36 WIB
2 menit baca 88 kali dilihat
E-Nose Gen-8, Inovasi Mahasiswa UIN Malang untuk Identifikasi Varietas Kopi Nusantara

Malang — Mahasiswa Program Studi Fisika Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Muhammad Alzuhdi Saiful Alam, mengembangkan sebuah alat pengendus elektronik atau electronic nose (e-nose) generasi kedelapan yang mampu mengidentifikasi varietas kopi Arabika dan Robusta secara otomatis. Riset yang dikembangkan di Laboratorium Sensor Fisika UIN Malang ini digadang-gadang dapat menjadi solusi atas keterbatasan metode pengujian sensorik manual yang selama ini digunakan industri kopi.

Selama ini, penentuan varietas dan mutu kopi umumnya masih mengandalkan uji sensorik oleh panelis terlatih — proses yang membutuhkan waktu, biaya pelatihan, dan rawan menghasilkan penilaian yang tidak konsisten karena dipengaruhi kondisi fisik maupun kelelahan penguji. Padahal, sebagai produsen kopi terbesar keempat di dunia, Indonesia dinilai perlu memiliki standar identifikasi mutu kopi yang lebih objektif dan cepat seiring meningkatnya permintaan pasar global.

Menjawab persoalan tersebut, alat berbasis Raspberry Pi ini dilengkapi larik sensor gas semikonduktor oksida logam (MOS) dari seri MQ dan TGS yang berfungsi menangkap "sidik jari aroma" khas setiap jenis kopi. Data aroma yang terekam lantas diolah menggunakan algoritma Random Forest — metode kecerdasan buatan yang bekerja dengan membangun banyak pohon keputusan sekaligus, lalu mengambil keputusan akhir melalui mekanisme suara terbanyak (majority voting), sehingga hasil klasifikasinya diklaim lebih stabil dan akurat dibanding metode tunggal.

Keunggulan lain dari purwarupa generasi ke-8 ini adalah sifatnya yang standalone, di mana seluruh proses mulai dari pengambilan data hingga klasifikasi dijalankan langsung oleh mini komputer Raspberry Pi tanpa perlu tersambung ke komputer eksternal. Hal ini berbeda dari riset e-nose sebelumnya yang umumnya masih bergantung pada mikrokontroler berdaya rendah. Dengan desain portabel tersebut, alat ini berpotensi digunakan langsung di lapangan, seperti oleh petani, pengepul, maupun pelaku industri kopi, untuk memverifikasi varietas kopi secara cepat tanpa harus mengirim sampel ke laboratorium.

Riset ini dilakukan di bawah bimbingan Dr. Imam Tazi, M.Si dan diharapkan dapat menjadi langkah awal menuju standar baru identifikasi varietas kopi yang lebih saintifik, efisien, dan terukur — sekaligus menegaskan peran kampus dalam mendorong inovasi teknologi sensor untuk mendukung industri kopi nasional.


Bagikan kabar riset ini: